Untuk tampilan peta tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, silakan klik tombol dibawah.
Pesan akan ditampilkan di sini.
Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas – FSVA) merupakan peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisis indikator ketahanan dan kerentanan pangan. Penyusunan FSVA mencakup 514 Kabupaten/Kota dari 38 Provinsi di Indonesia, bertujuan untuk menyediakan informasi ketahanan pangan yang akurat, komprehensif, dan tertata dengan baik guna mendukung upaya pencegahan dan penanganan kerawanan pangan, sehingga dapat memberi arah dan rekomendasi kepada pembuat keputusan dalam penyusunan program, kebijakan, serta pelaksanaan intervensi di tingkat pusat dan daerah.
Badan Pangan Nasional pada tahun 2025 melakukan pemutakhiran metodologi FSVA melalui serangkaian konsultasi nasional, tinjauan ilmiah dan teknis, serta lokakarya finalisasi yang melibatkan pemangku kepentingan dari tingkat provinsi dan kabupaten. Pemutakhiran metodologi didasari oleh:
Modernisasi indikator untuk memotret kondisi ketahanan pangan berkelanjutan sesuai perkembangan global dan mencerminkan realitas yang faktual.
Pemutakhiran metodologi mengacu pada pengukuran Global Food Security Index (GFSI) yang dikembangkan oleh The Economist Intelligence Unit (EIU), serta pengukuran ketahanan pangan yang dikembangkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO).
FSVA memberi masukan dalam pembuatan kebijakan yang lebih responsif serta mendukung kolaborasi dan sinergi antarbidang dan antarpihak dari unsur Academic, Business, Community, Government, and Media (ABCGM) yang sejalan dengan RPJMN 2025–2029 dan Indonesia Emas 2045.
Melibatkan berbagai instansi produsen data, pemerintah pusat dan daerah, pengguna, serta para pakar yang kompeten di bidangnya.
FSVA disusun berdasarkan 3 (tiga) pilar ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, dan pemanfaatan pangan, serta mengintegrasikan gizi dan keamanan pangan. Tiga pilar tersebut diwakili oleh 12 indikator sebagai berikut:
Aspek Ketersediaan Pangan:
Aspek Keterjangkauan Pangan:
Aspek Pemanfaatan Pangan:
Metode analisis FSVA menggunakan metode pembobotan berdasarkan expert judgement. Analisis pembobotan menghasilkan skor komposit yang selanjutnya disebut Indeks Ketahanan Pangan (IKP). Indeks Ketahanan Pangan ini selanjutnya dikelompokkan berdasarkan cut off komposit menjadi 6 kelompok menggunakan pola warna gradasi merah (untuk kerentanan) dan hijau (untuk ketahanan) sebagai berikut:
| Kode | Cut off | Kategori | Warna |
|---|---|---|---|
| 1 | <45,59 | Prioritas 1 - Sangat Rentan | |
| 2 | 45,60 - 53,42 | Prioritas 2 - Rentan | |
| 3 | 53,43 - 61,47 | Prioritas 3 - Agak Rentan | |
| 4 | 61,48 - 69,52 | Prioritas 4 - Agak Tahan | |
| 5 | 69,53 - 77,35 | Prioritas 5 - Tahan | |
| 6 | > 77,35 | Prioritas 6 - Sangat Tahan |
Aplikasi FSVA interaktif berbasis online ini memungkinkan pengguna untuk menampilkan peta, melakukan analisis, dan melakukan proses pencarian data tabular maupun spasial untuk menampilkan data ketahanan pangan yang tersedia. Informasi ini dapat dimanfaatkan sebagai instrumen dalam memberikan rekomendasi kebijakan di bidang pangan.